FORUM UPP-ROHUL
Most Welcome All,

=SELAMAT DATANG DI UPP-ROHUL COMMUNITY=
=SILAKAN REGISTER BAGI YANG BELUM BISA LOG-IN=
=KAMI SENANG SEKALI JIKA ANDA MAU BERBAGI ILMU DAN PENGALAMAN BERSAMA KAMI DISINI=


=SALAM HANGAT=



BestRegard

Arie Bonuo™


AJANG BERBAGI DAN DISKUSI MAHASISWA UPP-ROKAN HULU
 
IndeksCalendarPencarianAnggotaPendaftaranLogin
"REMEMBER" JANGAN PERNAH ANDA BERNIAT KULIAH DI UPP-ROHUL, KALAU HANYA UNTUK MENCARI GELAR, TAPI BERNIATLAH, KALAU KULIAH DI UPP-ROHUL UNTUK MENCARI ILMU YANG BISA ANDA KEMBANGKAN KE ANAK CUCU ANDA KELAK " : SELAMAT DATANG DAN SELAMAT BERGABUNG DI FORUM UPP-ROHUL COMMUNITY : KAMI BAHAGIA SEKALI BILA ANDA MAU BERBAGI ILMU DAN PENGALAMAN ANDA BERSAMA KAMI : HARAPAN KITA BERSAMA, SEMOGA FORUM INI BISA BERKEMBANG DAN MAJU SELAMANYA " BestRegard " ARIE BONUO™
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search

My Great Web page
SELAMAT DATANG Tamu, SELAMAT BERGABUNG DI UPP-ROHUL COMMUNITY

Latest Topics
Topic
Written by
DESKRIPSI TINGKAT KESULITAN SOAL ( C1, C2, C3, C4, C5, C6)
Download Quran in Word 2.2 untuk Ms Office Word 2003 - 2013
BAB 7 TUMBUHAN
BAB 6 FUNGI (JAMUR)
BAB 5 PROTISTA
BAB 4 MONERA
BAB 3 VIRUS
BAB II KEANEKARAGAMAN HAYATI
BAB I MENGENAL BIOLOGI SEBAGAI ILMU
Sunat untuk Kaum Hawa Menurut Hukum Islam










ARIE BONUO™
MUHAMMAD FATIH AL-AZHAR™
MUHAMMAD FATIH AL-AZHAR™
MUHAMMAD FATIH AL-AZHAR™
MUHAMMAD FATIH AL-AZHAR™
MUHAMMAD FATIH AL-AZHAR™
MUHAMMAD FATIH AL-AZHAR™
MUHAMMAD FATIH AL-AZHAR™
MUHAMMAD FATIH AL-AZHAR™
MASTER OF SCIENCE™

Share | 
 

 Sistem gerak pada manusia (1) : Tulang

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Adi.cool.guaentaienk
™Wa-Komting UPP™




PostSubyek: Sistem gerak pada manusia (1) : Tulang   Sun May 13, 2012 2:43 am

Alat
gerak pada manusia dan hewan tingkat tinggi adalah tulang dan otot.
Tulang disebut alat gerak pasif, sedangkan otot disebut alat gerak aktif
karena kemampuannya berkontraksi sehingga dapat menggerakkan tulang.
Posting kali ini membahas dengan singkat mengenai Sistem gerak pada manusia : Tulang dan Otot.

Tulang


Tulang-tulang dalam tubuh manusia menyusun suatu sistem kerangka.
Tulang-tulang yang menyusun rangka mempunyai struktur yang beraneka
ragam, sesuai dengan fungsinya. Secara umum fungsi rangka adalah:


  • menegakkan tubuh
  • sebagai alat gerak pasif
  • tempat melekatnya otot-otot rangka
  • melindungi alat-alat yang vital seperti otak, jantung, paru-paru dan lain sebagainya
  • tempat pembentukan sel-sel darah
  • tempat deposit kalsium dan fosfat

Macam-macam Tulang


Tulang dapat dibedakan atas beberapa macam, baik berdasarkan jenisnya
maupun berdasarkan bentuknya. Berdasarkan jenisnya, tulang dapat
dibedakan menjadi 2, yaitu:

Tulang rawan (kartilago)


Tulang rawan (kartilago) terdiri atas sel-sel tulang rawan (kondrosit)
yang mengeluarkan matriks yang disebut kondrin. Tulang rawan bersifat
bingkas atau lentur. Tulang rawan pada anak berbeda dengan tulang rawan
pada orang dewasa, karena tulang rawan pada anak berasal dari mesenkim
dan lebih banyak mengandung sel tulang, sedangkan pada orang dewasa
berasal dari perikondrium (selaput tulang rawan) yang mengandung calon sel tulang rawan (kondroblas).

Tulang keras / sejati (osteon)


Tulang keras dibentuk oleh sel-sel tulang keras (osteosit) yang
mengeluarkan matriks yang mengandung senyawa kapur dan fosfat.
Penimbunan senyawa ini dalam matriks menyebabkan tulang menjadi keras.
Osteosit yang meyusun tulang keras menempati suatu bagian yang disebut
lakuna. Lakuna ini dihubungkan dengan lakuna-lakuna lain oleh suatu
saluran kecil yang disebut kanalikuli. Lakuna yang berisi osteosit ini
membentuk suatu struktur konsentris yang berpusat pada bagian tengan
yang disebut saluran Havers. Pada saluran ini terdapat sistem saraf dan
pembuluh darah yang bertugas mensuplai oksigen dan nutrisi bagi
osteosit.





Berdasar matriksnya dikenal dua macam tulang, yaitu:


  • tulang keras atau tulang kompak, bila matriks tulang rapat dan padat, misalnya:tulang pipa
  • tulang spons, bila matriksnya berongga, misalnya: tulang pendek, tulang pipih

Berdasarkan bentuknya tulang dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:


  • tulang pipa, misalnya tulang paha, tulang betis, tulang kering, tulang hasta, dan tulang pengumpil
  • tulang pipih, misalnya tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang tengkorak
  • tulang pendek, misalnya tulang pangkal lengan, tulang pangkal kaki, dan ruas-ruas tulang belakang

Osifikasi (proses penulangan)


Tulang pipa terbagi atas tiga bagian, yaitu bagian ujung disebut epifise, bagian tengahnya yang tersusun atas tulang keras disebut diafise, dan antara diafise dan epifise terdapat cakra epifise, yang terdiri atas tulang rawan dan banyak mengandung osteoblas
(calon osteosit). Pada orang yang masih dalam pertumbuhan bagian inilah
yang dapat bertambah panjang. Di dalam tulang pipa terdapat rongga.
Rongga ini terjadi karena aktivitas osteoklas yang
berfungsi merombak sel-sel tulang. Selanjutnya rongga itu berisi sumsum
tulang. Sumsum ini berwarna kuning, yang merupakan campuran antara lemak
dan sumsum merah.

Osifikasi adalah proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras.
Rangka manusia telah terbentuk pada akhir bulan kedua, atau awal bulan
ketiga pada waktu perkembangan embrio. Yang mula-mula terbentuk adalah
tulang rawan. Kartilago berasal dari jaringan ikat embrional atau
mesenkim. Di dalam kartilago terdapat rongga yang mengandung osteoblas.
Peristiwa pengerasan tulang ini urutannya sebagai berikut:




  1. tulang rawan pada embrio banyak mengandung osteoblas, terutama pada
    bagian tengah epifise dan bagian tengah diafise serta pada jaringan ikat
    pembungkus tulang rawan
  2. osteoblas kemudian akan membentuk osteosit, (sel-sel tulang keras),
    yang tersusun melingkar membentuk suatu sistem Havers, yang banyak
    mengandung pembuluh darah serta serabut saraf
  3. osteosit mensekresikan zat protein yang akan menjadi matriks tulang,
    dan setelah mendapatkan tambahan senyawa Ca dan P, maka tulang akan
    mengeras
  4. terjadinya penulangan pada bagian epifise dan diafise akan
    menyebabkan terbentuknya daerah antara yang tidak mengalami penulangan
    yang disebut cakra epifise yang berupa tulang rawan yang banyak
    mengandung osteoblas
  5. bagian cakra epifise terus mengalami penulangan, sehingga bagian inilah yang dapat menyebabkan tulang tumbuh memanjang
  6. di bagian tengah tulang pipa terdapat osteoklas yang merombak
    sel-sel tulang yang telah terbentuk, sehingga terbentuk rongga yang
    berisi sumsum tulang

Hubungan Antartulang (Artikulasi)


Tulang-tulang di dalam tubuh ada yang saling berhubungan dengan erat ada pula yang tidak. Hubungan antartulang ini disebut artikulasi.
Hubungan antara tulang yang satu dengan lainnya (persendian tulang)
dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sinartrosis dan diartrosis.


  • Sinartrosis, yaitu hubungan antartulang yang tidak memungkinkan adanya gerak. Pada jenis artikulasi ini penghubungnya adalah jaringan ikat yang kelak akan mengalami osifikasi. Misalnya hubungan antar tulang tengkorak (sutura)
  • Amfiarthrosis yaitu hubungan antartulang yang memungkinkan sedikit gerak karena antartulang dihubungkan oleh tulang rawan. Misalnya ruas tulang belakang (vertebrae) dan hubungan antara tulang belakang dengan tulang rusuk.
  • Diartrosis, yaitu hubungan antartulang yang memungkinkan timbulnya gerak, sering disebut dengan sendi.

Macam-macam hubungan diartrosis:


  1. Sendi kaku, kedua ujung tulang agak rata, sehingga
    menghasilkan gerakan geser dan tidak berporos. Contohnya,hubungan
    antartulang karpal (tulang pergelangan kaki).
  2. Sendi engsel, ujung tulang yang bergerak membentuk
    lekukan. Gerakan ini berporos satu. Misalnya, hubungan tulang pada siku,
    lutut dan ruas antar jari.
  3. Sendi ovoid, di mana kedua ujung tulang yang satu
    berbentuk oval, dan masuk ke dalam suatu lekuk yang berbentuk elips.
    Misalnya, persendian antara pergelangan tangan dan tulang pengumpil.
    Sendi ini memungkinkan berporos dua dengan gerak ke kiri dan ke kanan,
    maju-mundur dan muka-belakang.
  4. Sendi putar, ujung tulang yang satu dapat mengitari
    ujung tulang yang lain. Gerakan ini memungkinkan adanya gerakan rotasi
    yang berporos satu. Misalnya, hubungan antara tulang kepala dan tulang
    atlas.
  5. Sendi pelana, kedua ujung tulang membentuk sendi
    pelana berporos dua. Misalnya, hubungan antara ruas jari tangan dengan
    tulang tapak tangan.
  6. Sendi peluru (endartrosis), apabila ujung tulang
    yang satu berbentuk bonggol masuk ke tulang yang berbentuk cekungan.
    Hubungan ini berporos tiga. Misalnya, tulang lengan atas dengan tulang
    belikat, tulang paha dengan tulang pinggul.

Baca lanjutannya: Sistem gerak pada manusia (2) : Otot
Kembali Ke Atas Go down
http://bsj-gsmteam.com
 

Sistem gerak pada manusia (1) : Tulang

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

 Similar topics

-
» Fitur baru Readmore pada blogspot!
» Pasang comment Union pada commentar Blog mu
» perkenalan newbie biasa seperti yang lain pada umumnya
» Beda knalpot slip on sama full system
» HCS untuk Ninja.

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FORUM UPP-ROHUL :: === KUMPULAN MATERI PERKULIAHAN === :: BIOLOGI :: Biologi Umum-